Friday, June 24, 2016

TIPS PUASA : Tips Berpuasa Bagi Penderita Maag

Bagi penderita diabetes melitus, berpuasa menjadi tantangan tersendiri. Meskipun sehari penuh berpuasa, godaan makanan manis dan bersantan saat berbuka tidak bisa dihindarkan. Padahal, makanan manis telah lama diketahui sebagai musuh utama penderita diabetes.

 Prevalensi penderita diabetes di seluruh dunia sangat tinggi. Diperkirakan 371 orang usia 20-79 tahun mengidap penyakit ini. Indonesia sendiri menempati urutan ketujuh sebagai negara dengan penderita diabetes tertinggi di dunia.

 Ketua Divisi Departemen Endokrinologi dan penyakit dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Em Yunir, mengatakan pada dasarnya tidak ada makanan yang menjadi pantangan. Penderita diabetes juga tetap bisa berpuasa dengan syarat harus disiplin menjaga porsi asupan makanan.

 “Hindari makanan dengan karbohidrat tinggi seperti makanan yang mengandung gula pasir atau gula merah,” katanya.

 Penderita diabetes juga harus mengetahui berapa kebutuhan kalorinya. Saat makan sebaiknya tidak terlalu berlebihan tetapi disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Yunir menambahkan berpuasa sebenarnya bisa mengendalikan gula darah. Namun, permasalahan yang sering muncul adalah saat berbuka. Banyak penderita diabetes yang justru kalap dan mengonsumsi terlalu banyak karbohidrar saat berbuka puasa.

 Adapun untuk konsumsi obat biasanya disesuaikan dengan kebutuhan. Jika biasanya minum di pagi hari, konsumsi obat bisa dialihkan pada saat berbuka puasa. Agar tahu berapa jumlah kebutuhan kalori, penderita diabetes disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi saat berpuasa.

 Meskipun sedang berpuasa, olahraga tidak boleh diabaikan oleh penderita diabetes. Durasinya tidak perlu terlalu lama cukup 150 menit per minggu. Adapun jenis olahraga yang disarankan adalah olahraga yang dilakukan berulang-ulang seperti renang atau lari. Saat berpuasa, olahraga bisa dilakukan pada sore menjelang berbuka puasa atau malam hari. Sebaiknya hindari olahraga pada pagi hari saat bulan puasa karena akan menyebabkan dehidrasi.

 Yunir mengatakan sebanyak 90% penderita diabetes merupakan tipe 2 yang berkaitan erat dengan gaya hidup. Pada diabebetes tipe 2 tubuh tidak lagi bisa memproduksi insulin dengan baik. Biasanya, mereka yang mengidap penyakit ini bisa disebabkan oleh obesitas, faktor genetik, serta kurang melakukan aktivitas fisik. Oleh karena itu, dengan melakukan gaya hidup sehat seperti asupan gizi seimbang, menurunkan berat badan,  dan rutin berolahraga akan menurunkan risiko diabetes.

 Diabetes melitus merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Yunir menuturkan jika seseorang terkena diabetes maka dia harus mengonsumsi obat dan mengontrol gula darah seumur hidupnya. “Sayangnya banyak pasien diabetes yang tidak mengerti. Jadi ketika sudah mulai membaik mereka kembali menjalankan gaya hidup tidak sehat sehingga memicu komplikasi seperti jantung, gagal ginjal, atau katarak,” tambahnya.

 Berdasarkan data internasional, pada 2015 sebanyak 9,3% dari orang dewasa menderita diabetes. Lebih dari setengahnya justru tidak terdiagnosisi. Adapun data dari RSCM pada 2011 menunjukkan kebanyakan pasien datang dengan komplikasi kronis.

No comments:

Post a Comment