Tuesday, March 7, 2017

Tips Sehat : Bahaya Begadang Bagi Kesehatan



"Begadang jangan begadang…kalau tiada  artinya , bergadang boleh saja…asal ada perlunya". Itulah lirik lagu Begadang yang dipopulerkan oleh Bang Haji Rhoma Irama hehe.. Yup, sesuatu banget yah ^^ tapi kali ini saya hanya akan membahas mengenai begadang...membahas mengenai Bang Rhoma mungkin next time aja yaaa. Tidak bisa dipungkiri kalau sering begadang memang kurang baik, terlalu sering begadang bisa berbahaya bagi kesehatan. Gangguan paling umum yang kita tahu akibat kurang tidur atau terlalu banyak begadang bagi kesehatan adalah menjadi mudah ngantuk di siang hari sehingga keesokan harinya susah berkosentrasi pada pekerjaan. 


Namun, dari beberapa penelitian diketahui ternyata banyak bahaya lainnya dari begadang.  Lalu apa saja penyakit yang bisa ditimbulkan dari kurang tidur atau banyak begadang tersebut?

Berikut silahkan Anda simak beberapa gangguan yang dapat terjadi akibat terlalu banyak begadang :
1. Memicu Terjadinya Hipertensi
Bahaya pertama dari begadang yakni bisa memicu terkena Hipertensi yakni kondisi medis di mana terjadi peningkatan tekanan darah. Hipertensi adalah gejala awal stroke, serangan jantung, gagal jantung dan aneurisma arterial. Sebuah riset terbaru mengindikasikan orang-orang dengan gejala insomnia memiliki kemungkinan hipertensi. Riset tersebut dilakukan para ilmuan Henry Ford Hospital, Detroit. Menurut peneliti jumlah penderita hipertensi lebih besar terjadi pada orang dengan masalah insomnia, atau gangguan tidur dibanding dengan mereka yang tidur normal.

2. Konsentrasi Menurun
Tidur yang baik memainkan peran penting dalam berpikir dan belajar. Kurang tidur dapat mempengaruhi banyak hal. Pertama, mengganggu kewaspadaan, konsentrasi, penalaran, dan pemecahan masalah. Hal ini membuat belajar menjadi sulit dan tidak efisien. Kedua, siklus tidur pada malam hari berperan dalam “menguatkan” memori dalam pikiran. Jika Anda tidak cukup tidur, Anda tidak akan mampu mengingat apa yang Anda pelajari dan alami selama seharian.

3. Begadang  Meningkatkan Gejala Stroke
Dari sebuah riset hasil penelitian dari Universitas Alabama di Birmingham yang melibatkan 5666 responden berusia 45 tahun ke atas, kuantitas tidur yang kurang dari enam jam menjadi salah satu pemicu gejala stroke. Dalam penelitian selama tiga tahun, para responden yang punya kebiasaan tidur kurang dari enam jam setiap hari memiliki resiko lebih tinggi mengidap stroke dibanding responden lain yang tidurnya cukup, atau lebih dari enam jam. Bahkan resiko stroke di antara peserta yang tidur kurang dari enam jam, tercatat lebih tinggi empat kali lipat, dibandingkan dengan mereka yang bisa tidur antara tujuh hingga delapan jam.

4. Diabetes
Hasil riset yang dilakukan para ilmuwan dari Brigham and Women Hospital di Boston bahwa jadwal tidur yang tidak konsisten atau kurang tidur dapat meningkatakan resiko diabetes tipe 2. Dalam kajian tersebut, peneliti memantau 21 orang sehat yang semuanya tinggal di laboratorium, tidur selama hampir enam minggu. Selama penelitian, siklus tidur, pola makan dan kegiatan semuanya dikontrol oleh tim peneliti. Temuan menunjukkan, peserta yang hanya diperbolehkan tidur sekitar enam jam semalam dan mengalami pergeseran siklus tidur dan banngun memiliki tingkat gula yang lebih tinggi dan proses metabolisme cenderung melambat.

5. Menyebabkan Depresi
Dalam studi tahun 1997, peneliti dari Universitas Pennsylvania melaporkan orang-orang yang tidur kurang dari 5 jam per hari selama tujuh hari menyebabkan stres, marah, sedih, dan kelelahan mental. Selain itu, kurang tidur dan gangguan tidur dapat menyebabkan gejala depresi. Gangguan tidur yang paling umum, yaitu insomnia yang memiliki kaitan kuat dengan depresi. Dalam studi tahun 2007 melibatkan 10.000 orang, terungkap bahwa pengidap insomnia 5 kali lebih rentan depresi. Bahkan, insomnia sering menjadi salah satu gejala pertama depresi. Insomnia dan tidak nafsu makan akibat depresi saling berhubungan. Kurang tidur memperparah gejala depresi dan depresi membuat anda lebih sulit tidur. Sisi positifnya, pola tidur yang baik dapat membantu mengobati depresi.

6. Obesitas
Dampak negatif terakhir dari terlalu banyak begadang, atau terkena insomnia yakni kegemukan, atau obesitas. Sebelumnya banyak dari kita salah menafsirkan kalau terlalu sering begadang akan membuat tubuh menjadi kurus. Padahal sebaliknya banyak begadang, obesitas akan dengan cepat menyerang kita. Hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal Archives of Disease in Childhood. Saat seseorang tidak mendapat cukup istirahat, pembentukan glukosa menjadi lebih cepat dan akhirnya muncul diabetes dan di saat bersamaan kurang tidur akan menambah rasa lapar yang berujung pada peningkatan nafsu makan.(baca juga : 10 Makanan yang Cepat Menurunkan Berat Badan)


"My father said there were two kinds of people in the world: givers and takers. The takers may eat better, but the givers sleep better." - Marlo Thomas

"Maybe you don't like your job, maybe you didn't get enough sleep, well nobody likes their job, nobody got enough sleep. Maybe you just had the worst day of your life, but you know, there's no escape, there's no excuse, so just suck up and be nice." - Ani DiFranco

"Hard rain and light off will make my sleep better." - Unique Daily Tips

Mudah-mudahan informasi mengenai bahaya begadang atau kurang tidur diatas dapat berguna untuk Anda.

No comments:

Post a Comment