Wednesday, October 9, 2019

Hipertensi dan Penyebabnya



Hipertensi atau tekanan darah tinggi seringkali disebut juga dengan hipertensi arteri merupakan kondisi medis kronis akibat tekanan darah di arteri meningkat. Peningkatan ini menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya untuk mengedarkan darah melalui pembuluh darah. Tekanan darah melibatkan dua pengukuran yaitu sistolik dan diastolik, tergantung apakah otot jantung berkontraksi (sistole) atau berelaksasi di antara denyut (diastole).

Tekanan darah normal pada saat istirahat adalah dalam kisaran sistolik 100–140 mmHg dan diastolik 60–90 mmHg. Tekanan darah tinggi terjadi bila terus-menerus berada pada 140/90 mmHg atau lebih. 


Hipertensi dapat menyebabkan organ yang rusak, serta beberapa penyakit, seperti gagal ginjal, aneurisma, gagal jantung, stroke dan serangan jantung. Peneliti dari UC Davis melaporkan dalam Journal of American Academy of Neurology bahwa darah tekanan darah tinggi diusia pertengahan dapat meningkatkan risiko penurunan kognitif di kemudian hari, terkait dengan harapan hidup yang lebih pendek. Perubahan pola makan dan gaya hidup dapat memperbaiki tekanan darah dan mengurangi resiko terkait masalah komplikasi kesehatan. Meskipun demikian, obat seringkali diperlukan pada sebagian orang bila perubahan gaya hidup saja terbukti tidak efektif atau tidak cukup.



Tekanan darah tinggi merupakan salah satu lampu merah yang paling jelas dalam mengindikasikan adanya masalah dalam jantung dan pembuluh darah seseorang. Ketika seseorang didiagnosa menderita tekanan darah tinggi maka dia memiliki kemungkinan :

-Tujuh kali lipat menderita stroke

-Empat kali lipat mendapatkan serangan jantung
-Lima kali lipat kemungkinan meninggal karena kegagalan jantung



Berikut ini beberapa faktor penyebab terjadinya hipertensi yaitu :

-Merokok

-Obesitas atau kelebihan berat badan

-Diabetes

-Gaya hidup

-Kurangnya aktivitas fisik

-Tingginya kadar asupan garam (natrium sensitivitas). konsumsi sodium harus dibatasi sampai 1.500 miligram per hari untuk semua orang.

-Kurangnya kalsium, kalium, dan konsumsi magnesium

-Kekurangan vitamin D

-Tingginya kadar konsumsi alkohol

-Faktor pikiran

-Penuaan

-Obat-obatan seperti pil KB

-Genetika dan riwayat keluarga hipertensi.



Apa gejala hipertensi?

Tidak ada jaminan bahwa orang dengan hipertensi akan memperlihatkan tanda atau gejala tertentu. Sekitar 33% dari penderita hipertensi benar-benar tidak tahu bahwa mereka memiliki tekanan darah tinggi dan ketidaktahuan ini bisa bertahan selama bertahun-tahun. Untuk alasan ini, disarankan untuk menjalani pemeriksaan tekanan darah secara berkala.

Namun secara umum untuk tekanan darah yang sangat tinggi dapat menyebabkan beberapa gejala meliputi:

  • Sakit kepala parah
  • Kelelahan atau kebingungan
  • Pusing
  • Mual
  • Masalah dengan visi/pengelihatan
  • Nyeri dada
  • Masalah pernapasan
  • Denyut jantung tidak teratur
  • Darah dalam urin

"We all have those days when you feel like you're against the world, every little thing goes wrong and your blood pressure is up. And you feel like punching somebody!" - Josh Turner



"I feel pain in my chest, I can not breathe well, I can't even think and I can't see everything clearly. But it's not because I got a high blood pressure...it's because I haven't seen you all day." - Wahyuni

Mudah - mudahan informasi diatas dapat berguna untuk Anda.

No comments:

Post a Comment